Semuanya dimulai dari rasa penasaran. Sebuah iklan berkedip di sela-sela media sosial, menjanjikan sesuatu yang disebut jemputhoki. Kata itu terdengar ajaib—seolah-olah rezeki bisa dijemput hanya dengan sekali klik. Namun, di balik layar yang berkilau itu, tersembunyi sebuah algoritma yang telah dirancang oleh para ahli matematika untuk menguras setiap sen yang Anda miliki.

Mari kita bedah anatomi kehancuran ini melalui lima fase nyata yang dialami oleh ribuan korban. Pahami bahwa jemputhoki bukanlah peluang; ini adalah jebakan psikologis berlapis.